20 Agustus 2009

SAIL BUNAKEN: "Indonesia Merdeka" dari Kapal Induk AS

Pesawat Sukhoi SU-30MK2 TNI AU melintas di atas KRI Dewa Ruci untuk memeriahkan International Fleet Review 2009 yang merupakan salah satu puncak acara Sail Bunaken 2009 di Teluk Manado, Sulawesi Utara, Rabu (19/8). Fleet review diikuti 26 kapal perang asing, antara lain kapal induk Amerika Serikat USS George Washington, 1 kapal tiang tinggi Malaysia, 6 KRI yang di antaranya 2 kapal tiang tinggi (Dewa Ruci dan Arung Samudra), serta 42 kapal layar. Selain itu, digelar terbang lintas dari 4 pesawat Cassa TNI AL, 4 pesawat Nomad TNI AL, 3 pesawat F-16 TNI AU, 5 pesawat dari USS George Washington, dan kehadiran sekitar 8.000 pelaut

Manado - Decak kagum disertai tepuk tangan spontan para tamu meledak begitu kapal induk Amerika Serikat USS George Washington melintasi laut depan panggung kehormatan di Pantai Boulevard, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (19/8). Parade kapal tersebut terjadi dalam rangka Sail Bunaken.

Sekitar 4.500 perwira dan kru kapal George Washington memberi hormat kepada Inspektur Upacara Menko Polkam Widodo AS dengan berdiri rapi di geladak kapal. Mereka juga meneriakkan yel-yel ”Indonesia Merdeka”.

Teriakan Indonesia Merdeka secara sayup-sayup terdengar dari audio suara di atas panggung. Yel-yel itu diulang oleh sejumlah kru kapal perang asing lainnya.

Berbarengan dengan itu, sebuah pesawat tempur F-18 lepas landas dari geladak kapal yang berjarak sekitar 1.500 meter dari panggung kehormatan.

Di panggung kehormatan tampak Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal, Panglima TNI Jenderal Joko Santoso, Gubernur Sulut SH Sarundajang, Dubes AS Cameroon Hume, dan Panglima AL AS Gary Roughead serta seluruh kepala staf TNI.

Kapal induk George Washington yang melaju di Teluk Manado petang itu menjadi primadona dan pembuka kegiatan Indonesian Fleet Review (IFR), parade kapal perang yang diikuti 26 kapal perang dari 14 negara, juga kapal tiang panjang Dewaruci dan Tunas Muda dari Malaysia serta kapal nelayan tradisional di Manado.

Negara peserta, antara lain, adalah Amerika Serikat, Prancis, Selandia Baru, Australia, Inggris, Pakistan, India, Jepang, China, Korea Selatan, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Tuan rumah Indonesia menyertakan enam KRI, yakni Jos Sudarso, Hasanuddin, Achmad Yani, Fatahillah, Slamet Riyadi, dan KRI Sultan Iskandar Muda.

Dua grup pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU melakukan bomber manuver dari belakang panggung kehormatan.

Di panggung kehormatan terdapat 19 delegasi dari angkatan laut berbagai negara, termasuk 16 kepala staf. Parade kapal perang di Manado melebihi parade internasional yang sama, seperti kegiatan di Busan Korea Selatan tahun 2008 yang diikuti 11 kapal perang tamu, tanpa kapal induk.

David Allan Lausman, Komandan Gugus Operasi USS George Washington yang memberi sambutan dari atas kapal mewakili undangan menyatakan kekagumannya atas keramahan masyarakat dan keindahan alam (pantai) Indonesia. Menurutnya, Sail Bunaken telah menyatukan pelaut-pelaut dunia dalam satu perasaan persaudaraan dalam menggelorakan semangat maritim.

”Sail Bunaken telah memperkuat kerja sama, saling pengertian, dan hubungan diplomatik dua negara (Indonesia dan Amerika Serikat). Terima kasih Indonesia, Selamat merayakan hari kemerdekaan,” katanya.

Panglima TNI mengatakan, Sail Bunaken memberi banyak harapan bagi Indonesia ke depan untuk mengukuhkan diri sebagai negara kelautan besar di dunia. (zal/lks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar