Tokyo, kamis - Bakal perdana menteri Jepang, Yukio Hatoyama, mengatakan, hubungan Jepang-AS akan tetap menjadi pusat kebijakan luar negerinya. Hatoyama bertemu Duta Besar AS untuk Jepang John Roos, Kamis (3/9), dan sepakat untuk mempererat hubungan kedua negara.
”Kami kira hubungan Jepang- AS adalah fondasinya. Kami ingin membangun hubungan Jepang- AS yang konstruktif dan berorientasi masa depan,” kata Hatoyama.
Roos mengatakan, mereka berdua membicarakan hubungan erat antara AS dan Jepang. ”Kami menghabiskan waktu untuk berbicara soal bagaimana meningkatkan dan memperdalam hubungan dalam berbagai isu, tidak hanya isu strategis, tetapi juga isu sensitif dan budaya,” katanya.
Partai Demokrat Jepang (DPJ) pimpinan Hatoyama di masa lalu melontarkan kritik tentang globalisme yang dipimpin AS dan menyerukan hubungan yang lebih setara dengan Washington. Selama kampanye pemilu parlemen, DPJ juga menjanjikan kemitraan yang sejajar dengan AS serta mengupayakan hubungan yang lebih hangat dengan tetangga-tetangganya di Asia, seperti China.
DPJ menyatakan ingin mengkaji ulang kesepakatan tentang pasukan militer AS di Jepang dan kesepakatan untuk memindahkan 8.000 marinir AS dari Pulau Okinawa ke wilayah AS di Guam. Hatoyama juga pernah mengungkapkan rencana untuk menghentikan misi angkatan laut pendukung operasi AS di Afganistan setelah mandatnya habis pada Januari 2010.
Dalam esainya baru-baru ini, Hatoyama membuat publik AS mengernyit dengan menyebut globalisasi yang dimotori AS sebagai ”fundamentalisme pasar yang tidak terkendali”.
Tidak drastis
Kebanyakan analis menilai tidak akan ada perubahan drastis dalam kebijakan luar negeri saat Hatoyama mulai menjabat PM Jepang pada 16 September. Pasalnya, hubungan dekat dengan AS selama berpuluh-puluh tahun dan ketergantungan Jepang pada payung nuklir AS melindungi negara itu dari ancaman regional, seperti Korea Utara.
”Jepang begitu bergantung pada Amerika Serikat sehingga perubahan radikal tidak akan terjadi,” kata Koichi Nakano, pakar pada Sophia University, Tokyo.
Hatoyama akan mengunjungi AS untuk pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa dan pertemuan G-20 pada akhir September. Presiden AS Barack Obama juga akan berkunjung ke Jepang sekitar bulan November. (afp/reuters/fro)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar