China Memulai Sejarah Baru
Beijing - Sisa peringatan 60 tahun Republik Rakyat China masih tampak. Dominasi tiang warna merah dan ornamen-ornamen yang digunakan untuk peringatan 60 tahun Republik Rakyat China pada 1 Oktober 2009 menjadi tontonan wisatawan.
Pemerintah China menetapkan libur nasional selama delapan hari. Kamis (8/10) kemarin adalah hari terakhir libur nasional. Masih dalam rangka peringatan 60 tahun itu, China menggagas Konferensi Tingkat Tinggi Media Dunia (WMS) 2009, sebuah pertemuan para chief executive officer (CEO) dan pemimpin redaksi media massa dunia untuk menghadapi tantangan media massa, khususnya media cetak.
WMS adalah pertemuan pemimpin media massa dunia pertama yang berbeda dengan Asosiasi Surat Kabar Dunia (WAN) atau Forum Editor Dunia yang selalu menggelar pertemuan tahunan. WAN akan menggelar pertemuan di Hyderabad, India, 30 November hingga 3 Desember 2009, sedangkan pertemuan WMS belum tentu akan diadakan rutin setiap tahun.
WMS diawali dengan pertemuan CEO News Corporation Rupert Murdoch dan sebelas eksekutif media lain bersamaan dengan pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008 yang difasilitasi kantor berita Xinhua. Dalam jamuan makan malam, Kamis di Beijing, Presiden Xinhua Li Congjun mengucapkan selamat datang kepada 135 utusan media dari 70 negara yang hadir di WMS.
Beberapa media yang ditemui Kompas di Beijing mengatakan, China mencoba membuka diri terhadap media asing meskipun kontrol terhadap media masih dilakukan. Harian International Herald Tribune (5 Oktober) menyebutkan, China merencanakan menyediakan miliaran dollar AS dalam beberapa tahun ke depan untuk merestrukturisasi media, industri hiburan, dan kebudayaan yang selama ini masih dikontrol pemerintah.
International Herald Tribune juga menyebutkan kontrol Pemerintah China akan sedikit dikendurkan dan memberikan akses lebih besar kepada investor asing di bidang industri media di China.
Tema yang diangkat dalam KTT Media Dunia 2009 adalah bagaimana kerja sama media global mampu menghadapi tantangan berat yang dihadapi industri media bersamaan dengan terjadinya krisis keuangan global.
Tema persaingan media tradisional dan munculnya media baru, tantangan media massa pada era digital, serta bagaimana media massa merespons krisis keuangan global serta tantangan dan peluang media pada era multimedia, akan menjadi topik bahasan yang pertemuan resminya akan dibuka Jumat ini di Great Hall of The People.(Budiman Tanuredjo dari Beijing, China)
Kompas, Jumat, 9 Oktober 2009 | 04:19 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar