09 November 2009

Persaingan di Formula Satu


 
Dari empat tahun terakhir, gelar juara dunia Formula 1 ditentukan di Grand Prix Brazil - dan sekali lagi juara dunia bisa ditentukan di Sao Paulo hari Minggu (18/10).
Tim Brawn hampir pasti akan merebut gelar juara kategori konstruksi - mereka hanya butuh setengah poin - tetapi bisakah Jenson Button menjadi juara, atau apakah dia, Rubens Barrichello dan Sebastian Vettel masih harus berjuang di Grand Prix terakhir di Abu Dhabi dua minggu mendatang?
Berikut penilaian saya terhadap ketiga pembalap itu:

Vettel, Button dan Barrichello
Vettel, Button dan Barrichello bersantai sebelum Grand Prix Brazil

Jenson Button
Pembalap di posisi terdepan adalah Button karena dia mengumpulkan angka tertinggo, 14 poin di depan Barrichello dan 16 poin lebih besar dari Vettel.
Dia memiliki kesempatan besar untuk merebut gelar di Grand Prix Brazil, tetapi jika pun Button mengalami masalah mesin atau harus keluar dari arena dan kedua pesaingnya itu berhasil mengumpulkan poin, pembalap Inggris ini akan tetap memimpin pengumpulan angka di Grand Prix terakhir di Abu Dhabi. Jadi dia dalam posisi aman.
Meski demikian, anda bisa merasakan bahwa pembalap berusia 29 tahun ini lebih suka merebut gelar juara dunai lebih cepat dan jika peramal cuaca bisa menjamin tidak turun hujan di hari balapan, saya yakin Button bisa merebut gelar ini di Brazil.
Namun ramalan cuaca sama sekali sulit ditebak dan hujan sebelumnya diperkirakan mengganggu sebagian, jika tidak seluruhnya, musim balap tahun ini. Dan ini menimbulkan lebih banyak variabel dalam situasi yang ada.
Prestasi bagus di babak kualifikasi akan menjadi kunci untuk kesuksesan Button. Kita sudah lihat di musim balap tahun ini bahwa jika dia tidak berada di urutan depan prestasinya sedikit kacau, dan dia sudah tentu tidak mau harus menyusul mobil balap di depannya untuk mendapat angka di Brazil.
Button mendapat banyak kritik karena tersendat-sendat dalam merebut gelar itu dan seharusnya dia harus mencoba merebut gelar itu dengan lebih pasti, namun dia bukan orang yang penuh dengan prestasi luar biasa.
Pembalap Inggris ini mengibaratkan dirinya dengan juara empat kali Alain Prost. Keduanya sama-sama menyukai gaya membalap yang lurus dan mengumpulkan angka secara bertahap bukan bergaya agresif dalam merebut gelar juara dunia.
Button memimpin pengumpulan angka sejak Grand Prix pertama di Australia dan berhasil mempertahankannya. Dia tetap tidak terganggu saat tim saingan berhasil mengejar dan persaingan semakit ketat.
Akan ada perasaan tertentu jika Button berhasil merebut gelar ini di sirkuit Interlagos, Brazil, karena di sinilah dia pertama kali mendapat poin pertama di F1 bersama tim Williams sembilan lalu.
Saya hadir saat Button dipilih untuk menjadi mitra satu tim Ralf Schumacher tahun 2000 dan saya melihatnya kemudian tumbuh dan dewasa.
Tahun 2004, dia bersaing dengan Michael Schumacher saat BAR-Honda mencapai prestasi bagus dan dua tahun kemudian memenangkan gelar juara Grand Prix pertama.
Dia terus belajar dan tumbuh dewasa di tahun-tahun bersama Honda, saat karirnya di F1 tampak habis, dan tidak menentu saat Honda menarik diri dari cabang olahraga ini bulan Desember lalu.
Jika Button menjadi juara dunia Formula Satu ke sepuluh asal Inggris, dia akan bergabung dengan pembalap yang hebat. Jim Clarke, Jackie Stewart, Lewis Hamilton adalah pembalap yang luar biasa sementara Button akan bergabung bersama Damon Hill dan John Surtees sebagai pembalap yang sangat bagus.
Ini bukan berarti dia tidak berhak mendapat gelar juara dunia. Prestasinya di paruh pertama musim balap tahun ini luar biasa dan dia berhasil melewati garis finish di tempat pertama enam kali, yang lebih banyak dibandingkan saat Hamilton merebut gelar itu.
Button adalah seorang pekerja dan jika dia menjadi juara dunia 2009 itu adalah hasil dari bakat, kesabaran dan tekad.

Rubens Barrichello
Barrichello menghadiri sesi foto di satu klub bola Sao Paulo

Rubens Barrichello
Barrichello adalah pesaing terdekat Button dalam perebutan gelar juara dunia dan dia harus mengalahkan Button dengan lima poin agar kesempatan merebut gelar itu tetap hidup.
Pembalap Brazil ini mungkin tidak percaya dengan peruntungannya; 12 bulan lalu dia mengendarai mobil yang tidak bagus untuk tim Honda yang tidak memiliki masa depan, kini dia memiliki kesempatan untuk menjadi juara dunia sebagai pembalap berusia paling tua di sirkuit. Satu perputaran nasib yang luar biasa.
Pembalap berusia 37 tahun ini tumbuh di dekap sirkuit Interlagos dan giginya patah di sirkuit gokart yang terletak di dekat sirkuit utama tetapi seperti Button yang tidak pernah sukses di sirkuit Silverstone, Barrichello pun selalu bernasib sial di Interlagos.
Dari 16 tahun karirnya sebagai pembalap dia hanya lima kali masuk garis finish di Interlagos dan prestasi terbaiknya adalah urutan ketiga untuk tim Ferrari tahun 2004.
Jika balapan hari Minggu ini berjalan dalam cuaca kering saya memperkirakan Barrichello akan masuk garis finish di depan Button, tetapi saya tetap memperkirakan pembalap Inggris ini bisa mengumpulka poin yang cukup untuk meraih gelar juara dunia. Jika turun hujan, semua hal bisa terjadi.
Pada intinya Barrichello harus berjuang mati-matian di Interlagos dan juga peruntungan agar dia berprestasi baik di tanah airnya.
Direktur tim Brawn, Ross Brawn, mengatakan persaingan antara kedua pembalap timnya itu akan terbuka dan adil. Dia menginginkan keduanya saling bersaing ketat dan jika tim itu kalah karena sikap itu dia tidak akan menyesal.
Ross Brawn adalah penggagum utama Barrichello. Dia tahu bahwa masukan teknis sangat penting bagi tim dan pembalap Brazil ini berulangkali dirugikan saat menjadi mitra tim Michael Schumacher di Ferrari saat dia memiliki kesempatan menang beberapa kali.
Tetapi saya bertanya-tanya seberapa besar dukungan untuk Barrichello di Brazil? Dia adalah pembalap pertama yang muncul setelah mendingan Ayrton Senna dan banyak orang mengharapkannya berprestasi tinggi.
Meski dia sukses di tingkat junior, harapan itu tidak terwujud. Dia tidak berhasil bagi Eddie Irvine di tim Jordan, dia tersingkir di Steward dan dipandang sebagai buntut Schumacher di Ferrari.
Saya memandang dukungan Brazil terhadapnya tidak sebesar bagi Felipe Massa.
Jika Barrichello merebut gelar juara dunia, dia akan menjadi juara yang populer -dia memiliki kepribadian riang dan baik hati - tetapi saya memandang dia tidak akan dianggap memiliki prestasi setingkat juara dunia asal Brazil sebelumnya: Emerson Fittipaldi, Nelson Piquet dan Senna.

Sebastian Vettel
Vettel merenungkan kesempatannya merebut gelar juara dunia

Sebastian Vettel
Bagi Vettel hanya ada satu pilihan - dia harus menang di Grand Prix Brazil.
Setelah lima kali gagal masuk garis finish di musim balap tahun ini tampaknya nasib pembalap Jerman itu sudah habis namun GP Singapura, saat dia masuk di urutan keempat, merupakan batu loncatan baginya dan kemenangannya di Jepang sangatlah luar biasa.
Pada dasarnya dia tidak akan rugi dan hanya akan untung.
Di dua balap terakhir musim tahun ini, pembalap tim Red Bull ini harus berada di urutan pertama atau kedua untuk bisa mengalahkan Button dan dia harus menggantungkan diri pada kemungkinan tim Brawn mengalami masalah mesin.
Dia harus benar-benar yakin dia bisa mengulang prestasi Kimi Raikkonen dua tahun lalu, saat pembalap Finlandia itu berhasil mengatasi ketinggalan 17 poin untuk merebut gelar juara dunia.
Ini adalah tugas berat tetapi jika ada pertanyaan siapa yang bisa melakukannya: jawabannya adalah Vettel.
Vettel adalah satu-satunya pembalap di sirkuit yang lolos kualifikasi di 10 besar di setiap Grand Prix tahun ini dan tahun lalu prestasinya di Interlagos cukup mengagumkan saat masuk di urutan keempat bersama tim toro Rosso.
Kesempatan Pembalap Jerman ini akan semakin tinggi jika balapan dilakukan dalam keadaan basah. Dia sudah membuktikan kemampuannya dalam cuaca itu dengan kemenangan di GP Cina yang basah tahun ini dan juga di GP Italia tahun 2008.
Mobil balapnya menjadi sangat luar biasa dalam situasi basah dan informasi yang saya dapat adalah Red Bull bisa menyulitkan tim Brawn jika hujan turun di Brazil.
Ada satu atau dua kesalahan yang harus bisa diatasi Vettel namun pembalap berusia 22 tahun ini sudah bisa dipastikan adalah calon juara dunia. Jika gagal tahun ini, tahun-tahun mendatang pasti akan tercapai.
Pembalap Jerman ini adalah pria penuh percaya diri, berkepribadian dan populer. Dia bukan orang serius tetapi memandang pekerjaannya dengan sangat serius dan ini satu napas segar di sirkuit balap.
Di musim balap tahun lalu, McLaren menerapkan pendekatan hati-hati di GP Brazil karena tugas Hamilton saat itu adalah menghalangi Massa masuk ke garis finish di urutan ke lima - dan akhirnya tim ini berhasil merebut gelar juara dunia dengan sangat tipis.
Button juga mengemukakan soal tidak perlu mengambil resiko namun Ross Brawn tidak akan mau mengalami hal serupa.
Tidak ada pemimpin tim F1 yang lebih baik dari Ross Brawn namun taruhannya sangat tinggi dan Brawn, Button, Barrichello serta Vettel harus bekerja keras jika hujan turun di Sao Paulo di hari balapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar