Hagel mengumumkan pengunduran diri dari jabatan strategisnya itu, Senin
pagi, di Gedung Putih, Washington DC. Langkah Hagel diambil pada saat
Pentagon sedang menyusun strategi baru guna melawan kelompok milisi
Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).
AS juga tengah memasuki periode transisi yang penting, seperti persiapan penarikan pasukan dari Afganistan dan kebutuhan untuk menyiapkan pasukan pada misi-misi masa depan. Di pihak lain, AS menghadapi pilihan fiskal yang sulit untuk tetap membuat militernya kuat.
Koresponden Kompas di Washington, Herman Hakim, melaporkan, Hagel adalah penasihat senior Presiden Obama pertama yang mundur dari jabatannya menyusul kekalahan telak Partai Demokrat dalam pemilihan sela 4 November lalu.
Seorang pejabat senior pertahanan mengatakan, Hagel telah menyerahkan surat pengunduran dirinya Senin, dan Obama menyetujuinya. Hagel sepakat tetap memangku jabatannya sampai menteri pertahanan baru dikonfirmasi Senat atas usul Obama.
Hagel adalah politisi Partai Republik yang pernah menjadi senator mewakili Nebraska. Dia dikenal sebagai pengkritik perang AS di Irak. Hagel ikut dalam perang Vietnam dan mendapat anugerah dua bintang jasa.
Sementara itu, jaringan televisi Al Jazeera, mengutip pejabat di Gedung Putih, mengatakan, keputusan Hagel telah dibicarakan dengan Obama dalam dua pekan ini. ”Ini merupakan anugerah istimewa dalam hidup saya untuk memimpin. Saya bangga atas apa yang telah kami capai selama ini,” ujar Hagel saat pengumuman yang amat mengejutkan itu.
Hagel diangkat kurang dari dua tahun lalu ketika Obama ingin meredakan perang di Afganistan dan Irak. Sebelumnya, dia dikenal sebagai pendukung invasi AS ke Irak pada 2003. Namun, dia kemudian dihujani kritik terkait perang Irak. Sejak pengangkatannya, Hagel diberi tugas mengelola penarikan mundur pasukan AS dari Afganistan.
Proses itu kini sedang berbanding terbalik dengan keterlibatan kembali AS dalam perang Irak dan kerja sama militer yang lebih besar dengan Kabul. AS memimpin koalisi internasional dalam perang melawan NIIS.
Spekulasi
AS juga tengah memasuki periode transisi yang penting, seperti persiapan penarikan pasukan dari Afganistan dan kebutuhan untuk menyiapkan pasukan pada misi-misi masa depan. Di pihak lain, AS menghadapi pilihan fiskal yang sulit untuk tetap membuat militernya kuat.
Koresponden Kompas di Washington, Herman Hakim, melaporkan, Hagel adalah penasihat senior Presiden Obama pertama yang mundur dari jabatannya menyusul kekalahan telak Partai Demokrat dalam pemilihan sela 4 November lalu.
Seorang pejabat senior pertahanan mengatakan, Hagel telah menyerahkan surat pengunduran dirinya Senin, dan Obama menyetujuinya. Hagel sepakat tetap memangku jabatannya sampai menteri pertahanan baru dikonfirmasi Senat atas usul Obama.
Hagel adalah politisi Partai Republik yang pernah menjadi senator mewakili Nebraska. Dia dikenal sebagai pengkritik perang AS di Irak. Hagel ikut dalam perang Vietnam dan mendapat anugerah dua bintang jasa.
Sementara itu, jaringan televisi Al Jazeera, mengutip pejabat di Gedung Putih, mengatakan, keputusan Hagel telah dibicarakan dengan Obama dalam dua pekan ini. ”Ini merupakan anugerah istimewa dalam hidup saya untuk memimpin. Saya bangga atas apa yang telah kami capai selama ini,” ujar Hagel saat pengumuman yang amat mengejutkan itu.
Hagel diangkat kurang dari dua tahun lalu ketika Obama ingin meredakan perang di Afganistan dan Irak. Sebelumnya, dia dikenal sebagai pendukung invasi AS ke Irak pada 2003. Namun, dia kemudian dihujani kritik terkait perang Irak. Sejak pengangkatannya, Hagel diberi tugas mengelola penarikan mundur pasukan AS dari Afganistan.
Proses itu kini sedang berbanding terbalik dengan keterlibatan kembali AS dalam perang Irak dan kerja sama militer yang lebih besar dengan Kabul. AS memimpin koalisi internasional dalam perang melawan NIIS.
Spekulasi
Di sinilah muncul sejumlah persoalan dan spekulasi tentang mengapa
Hagel mundur. Sumber yang dekat dengan Hagel mengatakan, dia pernah
mengungkapkan frustrasinya kepada para rekannya tentang strategi baru
Obama atas Irak dan Suriah. Hagel juga mengeluhkan pengaruhnya kurang
dalam proses pengambilan keputusan terkait strategi baru itu.
Hagel memiliki kesulitan menembus tim kampanye Obama. Dia dinilai pasif dan lemah dalam mengambil langkah-langkah penting terkait persoalan keamanan internasional yang memerlukan peran AS.
Terkait dengan hal itu, beredar isu, Hagel mundur karena alasan ketidakmampuannya. Isu lain menyebutkan, Obama yang memecatnya atau menyarankannya mundur.
Spekulasi yang muncul, perbedaan kebijakan dan strategi keamanan dengan Obama yang mendorong Hagel mundur. Dugaan itu kuat setelah memo pribadi Hagel bocor ke publik.
Hagel, dalam memonya itu, menggugat strategi Obama untuk memerangi NIIS di Suriah. Dia menilai kebijakan itu berbahaya karena Obama tak berhasil menjelaskan kemungkinan ada niat tersembunyi untuk menjatuhkan Presiden Bashar al-Assad. Namun, Obama menegaskan, AS bisa keluar dari Suriah setelah mengalahkan milisi NIIS.
Spekulasi itu dibantah seorang pejabat Gedung Putih. Menurut dia, Obama menginginkan kepemimpinan yang segar pada dua tahun terakhir masa jabatannya.
Hagel masih menjabat hingga senat mengumumkan pengganti dia. Beberapa nama beredar, seperti mantan Asisten Menhan Michele A Flournoy, mantan Wakil Menhan Ashton B Carter, dan anggota senat dari Partai Demokrat, Jack Reed.
(AFP/REUTERS/CAL)
Hagel memiliki kesulitan menembus tim kampanye Obama. Dia dinilai pasif dan lemah dalam mengambil langkah-langkah penting terkait persoalan keamanan internasional yang memerlukan peran AS.
Terkait dengan hal itu, beredar isu, Hagel mundur karena alasan ketidakmampuannya. Isu lain menyebutkan, Obama yang memecatnya atau menyarankannya mundur.
Spekulasi yang muncul, perbedaan kebijakan dan strategi keamanan dengan Obama yang mendorong Hagel mundur. Dugaan itu kuat setelah memo pribadi Hagel bocor ke publik.
Hagel, dalam memonya itu, menggugat strategi Obama untuk memerangi NIIS di Suriah. Dia menilai kebijakan itu berbahaya karena Obama tak berhasil menjelaskan kemungkinan ada niat tersembunyi untuk menjatuhkan Presiden Bashar al-Assad. Namun, Obama menegaskan, AS bisa keluar dari Suriah setelah mengalahkan milisi NIIS.
Spekulasi itu dibantah seorang pejabat Gedung Putih. Menurut dia, Obama menginginkan kepemimpinan yang segar pada dua tahun terakhir masa jabatannya.
Hagel masih menjabat hingga senat mengumumkan pengganti dia. Beberapa nama beredar, seperti mantan Asisten Menhan Michele A Flournoy, mantan Wakil Menhan Ashton B Carter, dan anggota senat dari Partai Demokrat, Jack Reed.
(AFP/REUTERS/CAL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar