21 Agustus 2009

ILMU FILSAFAT; Berkhianat Itu Rasional

Jumat, 21 Agustus 2009 | 03:39 WIB

Jakarta, Kompas - Konflik berkepanjangan di Aceh yang akhirnya dapat diretas dengan perjanjian perdamaian di Helsinki dapat dijelaskan dengan konsep ”jebakan sosial” yang diteorikan oleh Bo Rothstein, yaitu situasi konflik yang berkesinambungan akibat absennya kepercayaan. Kepercayaan menjadi variabel yang sangat vital dalam konflik.

”Dua kelompok yang sudah terlibat konflik selama bertahun-tahun akan sangat sulit membangun kepercayaan satu sama lain akibat rekam jejak yang dipersepsi negatif. Kepercayaan merupakan variabel psikologis yang unik karena untuk membangunnya diperlukan kesungguhan dari agen untuk mengatasi berbagai stereotip, prasangka, dan ingatan kolektif,” demikian diungkapkan Donny Gahral Adian dalam disertasi untuk Program Studi Ilmu Filsafat Universitas Indonesia yang dipertahankannya di Kampus UI, Depok, Kamis (20/8).

Untuk studi doktoral dan disertasinya yang berjudul ”Rasionalitas Kerja Sama: Kajian Filsafat terhadap Dilema Narapidana dalam Teori Permainan”, Donny, suami artis Rieke Dyah Pitaloka ini, memperoleh predikat kelulusan cum laude (dengan pujian). Donny menjawab semua pertanyaan penguji dengan lugas dan cerdas, termasuk ketika ia berargumentasi bahwa Ilmu Filsafat mulai kehilangan bahan kajian tentang manusia karena majunya ilmu-ilmu lain, seperti Sosiologi, Psikologi, hingga Neurosains.

Walaupun sempat diragukan kurang filosofis, akhirnya disertasi Donny dapat dipertahankan dan memperoleh pujian dari promotornya, Prof Dr Toeti Heraty Noerhadi. ”Donny berhasil memberikan sumbangan pemikiran baru. Ia dapat membumikan filsafat ke persoalan keseharian,” ujar Toeti. Kopromotornya adalah Dr Haryatmoko.

Menurut Donny, dalam situasi dilema narapidana, pengkhianatan tidak pernah secara moral netral dalam keseharian kita. Sebaliknya, rasionalitas kerja sama merefleksikan prinsip tindakan yang didukung berdasarkan keuntungan pribadi belaka. (ij)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar