Senin, 24 Agustus 2009 | 03:21 WIB
Demak, Kompas - Pemerintah menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik bermotor dari arah Surabaya, Blora, Rembang, menuju Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Banyumas tanpa masuk Kota Semarang. Penyebabnya, arus lalu lintas di Kota Semarang, terutama jalur pantai utara di Jalan Kaligawe, berpotensi macet total.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Kris Nugroho, Minggu (23/8) di Semarang.
Jalan Kaligawe sepanjang 6,5 kilometer kini sedang ditingkatkan melalui perbaikan total. Jalur jalan tiga lajur disiapkan menjadi delapan lajur atau dilebarkan menjadi 20 meter dari lebar 10 meter. Proyek pelebaran Jalan Kaligawe ini mulai dari Terminal Bus Terboyo hingga perbatasan tugu batas kota Semarang-Demak di Sayung. Proyek dijadwalkan selesai akhir 2009.
Jalur alternatif bagi pemudik di pantura timur rata-rata kondisi jalannya mulus. Sebagian jalan alternatif di kawasan pedesaan bahkan sudah dibeton.
Jalur alternatif yang disiapkan meliputi jalur Pati-Purwodadi dengan rute dari utara Jakenan-Winong-Gabus-Kajen-Sukolilo-Purwodadi. Kemudian jalur alternatif Margorejo-Blaru-Bongoayu-Kajen-Sukolilo-Purwodadi, jalur alternatif Kudus-Purwodadi lewat jalan lingkar utara Kudus, serta jalur alternatif Demak-Dempet-Kebonagung-Gubug-Purwodadi.
Adapun jalur alternatif yang menghubungkan Majalengka-Kuningan, Jawa Barat, menuju Brebes, Jawa Tengah, belum dilengkapi marka jalan dan masih minim rambu. Perbaikan jalan di jalur alternatif itu selesai Sabtu (22/8). Jalur alternatif melewati Cibingbing ini tergolong rawan longsor dan minim penerangan.
Kepala Kepolisian Wilayah Cirebon Komisaris Besar Tugas Apriyanto menjanjikan akan mengamankan jalur alternatif, termasuk memasang rambu penunjuk arah untuk memudahkan pemudik dan mengurangi kecelakaan lalu lintas. (WHO/NIT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar