04 September 2009

Kenaikan Tarif Ditunda

Tangerang - Kenaikan tarif Tol Tangerang-Merak yang akan diberlakukan hari Jumat (4/9) batal direalisasikan. Badan Pengelola Jalan Tol atau BPJT meminta operator jalan tol PT Marga Mandala Sakti menunda rencana kenaikan tarif tol hingga setelah Lebaran.

”BPJT meminta agar tarif tol jangan dulu dinaikkan hingga setelah Lebaran,” kata Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti (MMS) Wiwiek Diana Santoso, Rabu (2/9), seusai berbuka puasa di Kilometer 45 Tol Merak-Jakarta.

Sebelumnya, PT Marga Mandala Sakti berencana menaikkan tarif tol yang menghubungkan Jawa dan Sumatera sebesar 58 persen. Rencana kenaikan tarif berdasarkan golongan itu untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pengguna jalan Tol Bitung-Merak dan sebaliknya.

Rencana kenaikan tarif untuk golongan I naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 28.500 per kendaraan. Tarif golongan II naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 39.500, golongan III naik dari Rp 31.500 menjadi Rp 47.000, golongan IV naik dari Rp 39.000 menjadi Rp 62.000, dan golongan V naik dari Rp 47.000 menjadi Rp 74.500 per kendaraan.

”Besaran kenaikan sudah ditetapkan sejak April lalu. Penyesuaian tarif baru untuk membiayai investasi kami sebesar Rp 3,5 triliun,” papar Wiwiek.

Ketetapan tarif itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No 305/KPTS/M/2009 tanggal 7 April 2009 tentang penyesuaian tarif awal ruas jalan Tol Tangerang-Merak.

Rusak

Sementara itu, General Manager PT MMS EB Suwela mengatakan, kondisi jalan Tol Jakarta Merak dari gerbang Bitung hingga Merak rusak dan sedang dalam perbaikan sepanjang 72,45 kilometer (km) atau 145 km untuk dua arah.

”Dari jalan yang diperbaiki itu, sekitar 15 persen di antaranya dalam kondisi rusak parah,” tutur Suwela.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas PT MMS Indah Permanasari menjelaskan, pihaknya baru dapat menyelesaikan proyek perbaikan jalan tol itu pada 2014 mendatang. ”Sejak 2008, kami melakukan perbaikan jalan dengan anggaran Rp 767 Miliar.”

Indah menambahkan, khusus untuk 2009, perbaikan ini akan difokuskan pada ruas Tangerang Barat hingga Balaraja Barat. Dengan demikian, pada akhir tahun, kedua ruas jalan sudah terlapis aspal semua. Namun, menjelang arus mudik pada Lebaran nanti, seluruh pekerjaan rekonstruksi jalan akan dihentikan pada H-10 agar lajur jalan dapat digunakan.

”Untuk mengantisipasi kemacetan, kami menambah tiga gardu transaksi di gerbang tol,” ujar Indah.

Menurut Indah, mulai H-4 hingga H+1, pihaknya melakukan pembatasan perlintasan kendaraan berat untuk mengurangi tingkat kemacetan. (PIN/TRI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar