Tangerang-Kepolisian Daerah Metro Jaya melarang pemudik menggunakan sepeda motor untuk ditumpangi lebih dari dua orang. Berkait dengan keperluan itu, polisi akan menambah pos pemeriksaan pemudik bersepeda motor yang dilengkapi dengan sejumlah psikolog.
Hal itu diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Condro Kirono, Kamis (3/9), saat berkunjung ke Redaksi Kompas. Polisi dalam pos itu melarang sepeda motor ditumpangi lebih dari dua orang.
”Silakan meneruskan perjalanan dengan motor hanya maksimal dua orang. Pembonceng sisanya akan kami antar ke stasiun atau terminal bus jika ingin tetap mudik,” ujar Condro.
Kepolisian juga akan menambah jumlah pos pemeriksaan dari dua tempat (tahun 2008) di pinggir kota menjadi empat tempat untuk tahun 2009. Lokasinya berada di perbatasan Bekasi-Karawang dan Tangerang-Serang.
Di tempat itu polisi akan memeriksa kesehatan pengendara sepeda motor. Setelah itu para psikolog yang berjaga akan memberi penjelasan mengenai risiko mudik menggunakan sepeda motor dari berbagai sisi.
”Intinya, kami mengimbau agar pemudik motor tak membawa terlalu banyak barang dan membawa anak dengan sepeda motor, apalagi menempatkan anak di depan sadel motor saat mudik. Ini bisa membahayakan keselamatan mereka,” paparnya. Dia memberi contoh ada beberapa anak meninggal saat mudik bersama orangtua mereka dengan sepeda motor. ”Kasihan kan anak-anak itu. Padahal, anak-anak itu kan punya cita-cita. Jadi, harus benar-benar dijaga,” ujar Condro.
Dalam diskusi dengan staf Redaksi Kompas, hadir pula Wakil Direktur Lalu Lintas Mabes Polri Komisaris Besar Didik Purnomo, Direktur Bina Program Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen PU Taufik Widjojono, dan Kepala Subdirektorat Wilayah IV Direktorat Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Ditjen Bina Marga Masrianto.
Didik Purnomo menambahkan, sekalipun fokus mudik sebenarnya di Pulau Jawa, dari Jakarta ke daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung, tetapi polda di luar Jawa juga wajib memantau sekaligus memperlancar arus lalu lintas, seperti di Bali dan tempat-tempat lain yang mendadak penuh sesak karena liburan saat Idul Fitri.
Guna memperlancar arus mudik dan arus balik, Ditlantas Mabes Polri mengerahkan 19 helikopter yang selain beroperasi setiap hari juga bersiap mengevakuasi korban jika terjadi kecelakaan atau bencana.
Dalam catatan Polri, angka kemacetan tahun 2008 bertambah lama, tetapi pelanggaran lalu lintas turun.
Adapun Taufik Widjojono mengingatkan daerah rawan kemacetan terparah pada arus mudik tahun ini berada di empat tempat, yakni Simpang Sumpiuh (Banyumas), perempatan Jomin (Cikampek), Nagrek, dan Pejagan (Losari, Cirebon).
Faktor pasar tumpah yang biasa terjadi di daerah, seperti Indramayu, Cirebon, dan Tegal, diperkirakan akan membuat macet arus lalu lintas. (TRI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar