Presiden Susilo BambangYudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla hadir dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana KepresidenanBogor, Jawa Barat, Senin (7/9) malam. Hadir pula dalam acara tersebut Ny Ani Yudhoyono, Menteri Agama M Maftuh Basyuni dan Ny Wiwik Basyuni, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan pejabat negara lainnya, serta undangan.
Bogor - Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dipandang perlu menjadi perhatian umat Islam. Melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itulah fungsi Islam sebagai rahmat bagi alam semesta dilakukan.
Pesan itu pula yang terkandung pada ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan hal itu dalam peringatan Nuzulul Quran tingkat nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/9).
Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan seluruh umat Islam di dalam Al Quran adalah perintah untuk membaca, meneliti, dan melakukan observasi.
”Yang harus dibaca adalah ayat-ayat yang tertulis di kitab suci maupun fenomena ciptaan Allah yang tersebar di seluruh jagat raya,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Umar Anggara Jenie yang memberikan ceramah pada acara peringatan ini.
Presiden menyebutkan, perintah membaca adalah awal dan inti dari proses pembelajaran. Aktivitas membaca itu mendasari proses pembangunan manusia yang berpengetahuan dan berketuhanan. Membaca atas nama Tuhan, seperti yang disebutkan ayat itu, menekankan pentingnya dicapai kecerdasan intelektual yang sejalan dengan kecerdasan spiritual.
”Sejarah telah membuktikan bahwa peradaban Islam adalah peradaban ilmiah, sarat dengan pemikiran intelektual, inovasi teknologi, serta pengabdian kepada kemanusiaan dan kemasyarakatan,” ujar Presiden.
Sebagai bangsa dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia, masyarakat Indonesia juga mewarisi peradaban Barat, Timur, dan Islam. ”Saya berharap kalangan intelektual Muslim dapat mengaplikasikan penguasaan ilmu untuk berkontribusi bagi kemaslahatan umat manusia,” kata Presiden Yudhoyono.
Presiden juga mengingatkan, Al Quran memperkuat eksistensi keberagaman perbedaan tidak perlu dipertentangkan. Sebaliknya, perbedaan justru melahirkan berbagai pandangan untuk mencapai kesempurnaan.
Turut hadir dalam acara ini, Wakil Presiden M Jusuf Kalla, pemimpin lembaga tinggi negara, sejumlah menteri, dan duta besar negara-negara sahabat. Peringatan tahun ini bertema ”Dengan Semangat Nuzul Al Quran, Kita Bangun Kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional”.
Dalam ceramahnya, Jenie menyebutkan, penerapan atas perintah Al Quran untuk ”membaca” itu telah mengantarkan Islam mencapai peradaban tinggi pada abad ke-8-11. Peradaban Islam di Andalusia dan Baghdad itu telah memberikan pencerahan kepada bangsa-bangsa di Eropa sehingga memunculkan kebangkitan kembali peradaban Barat yang dikenal sebagai Renaisans. (DAY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar