Sebuah kapal (atas) tanpa nama yang mengangkut 260 imigran gelap asal Sri Lanka yang sebagian wanita dan anak-anak digiring oleh KRI Kobra, kapal milik TNI Angkatan Laut, saat berada di perairan Selat Sunda, Cilegon, Banten, Minggu (11/10).
Mereka Mengungsi karena Tertekan
Senin, 12 Oktober 2009 | 03:35 WIB
Cilegon, Kompas - Sebanyak 260 imigran gelap asal Sri Lanka, yang diduga akan melakukan perjalanan ke Australia, ditangkap aparat keamanan Indonesia ketika kapal yang mereka tumpangi berlayar di perairan Selat Sunda, Provinsi Banten, Minggu (11/10), sekitar pukul 04.35.
Empat kapal TNI AL, yakni KRI Teuku Umar-385, KRI Kobra-867, KRI Krait-827, dan KAL Tamposo dikerahkan untuk menangkap dan mengawal kapal para imigran yang juga terdiri dari 30 wanita dan anak-anak itu.
”Ini bukan pertama kali. Secara nasional 1.571 imigran sudah ditangani selama 2009. TNI AL sendiri sudah menangkap 493 imigran dari Sri Lanka, Myanmar, dan Afganistan yang tersebar di Sabang, Lhokseumawe, Dumai, dan Mataram,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Cilegon, Minggu.
Sedianya kapal yang membawa para imigran tersebut akan langsung ditarik ke Pelabuhan Indah Kiat, tetapi banyak imigran yang tidak mau karena takut dipulangkan ke Sri Lanka.
Sebagian besar imigran berkeras bertahan di kapal yang berlabuh di perairan sekitar Pulau Rakata di Selat Sunda. Bahkan, 12 orang sempat mencebur ke laut, tetapi kemudian diselamatkan.
Berdasarkan pengakuan wakil imigran, kata Tedjo, mereka mengungsi karena mengalami tekanan di negara asal dan berkeinginan mencari kehidupan lebih baik di Australia.
Para imigran juga akan diperiksa kesehatannya. Kepala Seksi Usaha Kesehatan dan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten Erwin Hilianka menuturkan, ada tiga jenis penyakit yang harus diwaspadai, yakni pes, kolera, dan demam kuning.
Menurut Direktur Kepolisian Air (Polair) Kepolisian Daerah Banten Ajun Komisaris Besar Alex Fauzi Rasad, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. ”Informasi tanggal 6 Oktober, kapal yang mereka tumpangi rusak di posisi 150 mil arah barat Pontianak, Kalimantan Barat. Kami berkoordinasi dengan Polair Kepulauan Riau, Lampung, dan Kalbar. Kapal itu bergerak lagi, dan pagi tadi ditangkap di perairan Selat Sunda,” katanya.
Kapal tersebut berupa kapal kayu, yang biasa dipakai mengangkut bahan pokok. Kapal itu berbendera dan memiliki anak buah kapal Indonesia, tetapi nama lambung dihilangkan. (CAS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar