19 Oktober 2009

Kabinet Impian Proklamasi 72

Menteri-menteri mestinya dipilih tanpa dipusingkan oleh rongrongan partai politik dan kepentingan jangka pendek. Inilah para profesional yang mengisi kabinet 2009-2014 versi Tempo.
MENTERI KOORDINATOR POLITIK, HUKUM, DAN HAK ASASI MANUSIA
Endriartono Sutarto
Memimpin Cilangkap pada masa transisi, Sutarto menghapus peran politik dan bisnis militer tanpa gejolak. Jembatan antara tentara konservatif dan radikal.
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Jimly Asshiddiqie
Dengan pengalamannya membangun Komisi Konstitusi, ia dianggap paling pas duduk di kursi Menteri Kehakiman. Bisa masuk ke semua kalangan.
MENTERI LUAR NEGERI
Makarim Wibisono
Diplomat dengan jam terbang tinggi. Orang Indonesia pertama yang memimpin Komisi Hak Asasi Manusia di PBB.
MENTERI DALAM NEGERI
Andi Alifian Mallarangeng
Intelektual politik dan ahli otonomi daerah. Dikecam orang Sulawesi Selatan karena omongannya.
MENTERI PERTAHANAN
Agus Widjojo
Dikenal sebagai perwira pemikir, ia aktif mendorong reformasi tentara. Menjalin hubungan dengan keluarga PKI.
JAKSA AGUNG
Todung Mulya Lubis
Lebih dari 35 tahun bergerak di bidang penegakan hukum dan hak asasi manusia, Todung dinilai bisa membenahi Kejaksaan Agung. Pernah dinilai melanggar kode etik dalam sebuah kasus pembelaan.
MENTERI REFORMASI BIROKRASI
Amien Sunaryadi
Kiprahnya di Komisi Pemberantasan Korupsi diacungi jempol. Ia cerdik, tegas, dan radikal.
MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT
Nafsiah Mboi-Walinono
Memilih turun gunung untuk membantu warga. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci masalah sosial.
MENTERI KEHUTANAN
Daniel Murdiyarso
Selain kompeten, dia nonpartisan, sehingga lepas dari konflik kepentingan di departemen ini. Namun dia dikenal kaku.
MENTERI KESEHATAN
Tjandra Yoga Aditama
Tjandra dinilai mumpuni menangani persoalan kesehatan masyarakat dan mahir membagi ilmu. Namun kemampuannya mengelola organisasi—setara departemen—perlu ditingkatkan.
MENTERI KELAUTAN
Indroyono Soesilo
Sangat kompeten tapi rendah hati. Kapasitas kepemimpinannya di departemen masih diragukan.
MENTERI PENDIDIKAN
Fasli Jalal
Birokrat visioner, tak antikritik. Ia terobsesi memajukan pendidikan bebas hambatan biaya.
MENTERI SOSIAL
Imam B. Prasodjo
Tanggap ketika bencana alam dan konflik sosial melanda. Rumahnya menjadi markas relawan. Gerakannya dikritik terlampau sporadis.
MENTERI AGAMA
Nasaruddin Umar
Berpikiran moderat, ia mempunyai visi keagamaan baik, dengan pendekatan halus.
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP
Agus Purnomo
Berpengalaman dalam advokasi dan manajemen lingkungan. Wakil Indonesia dalam banyak perundingan perubahan iklim.
MENTERI KOORDINATOR PEREKONOMIAN
Kuntoro Mangkusubroto
Lugas dan berani melakukan terobosan. Kemampuannya dibutuhkan untuk melancarkan program-program ekonomi yang tidak jalan.
MENTERI KEUANGAN
Sri Mulyani Indrawati
Mereformasi birokrasi dan memiliki kredibilitas tinggi di percaturan internasional. Dia paling pantas menjadi Lapangan Banteng 1.
MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KETUA BAPPENAS
Raden Pardede
Ia menguasai ekonomi makro. Mengerti politik, tapi bukan orang politik.
MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
Arifin Panigoro
Ia terbukti sukses sebagai pengusaha yang memulai segalanya dari nol. Catatan kasus hukum bisa mengganjalnya.
MENTERI NEGARA URUSAN BUMN
Agus Martowardojo
Berpengalaman menangani bank dalam krisis, ia dinilai mampu menjadi komandan seratusan perusahaan pelat merah. Tantangannya, menepis intervensi politik.
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Erry Riyana Hardjapamekas
Integritas di bidang pemberantasan korupsi tak diragukan. Berpengalaman di area mineral, tapi kurang jam terbang di bidang gas dan minyak.
MENTERI PERTANIAN
Bayu Krisnamurthi
Rajin berkomunikasi dengan asosiasi-asosiasi pertanian, Bayu memiliki konsep yang utuh. Fokus pada gula, kelapa sawit, dan pupuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar