Poster sobek sisa pemilu Agustus lalu, yang memajang foto Presiden Afganistan Hamid Karzai, masih terlihat di sebuah sudut kota Kabul, Afganistan Rabu (18/11). Kamis ini, Karzai dilantik kembali sebagai presiden.
”Masyarakat internasional akan menaruh perhatian sangat besar terhadap pidatonya, tetapi yang lebih penting adalah apa yang Karzai lakukan setelahnya,” kata seorang pejabat senior AS, Rabu (18/11).
Karzai akan disumpah dan dilantik sebagai presiden untuk masa jabatan kedua, Kamis (19/11). Menjelang pelantikannya tersebut, pengamanan di ibu kota Kabul diperketat dengan peningkatan patroli darat ataupun udara oleh pasukan keamanan.
Meskipun upacara pelantikan Karzai mengandung potensi bahaya yang besar, khususnya serangan dari kelompok-kelompok garis keras, para tokoh dari 42 negara dijadwalkan akan menghadiri upacara tersebut.
Pemerintah Afganistan telah mengumumkan hari Kamis ini sebagai hari libur nasional dan meminta warga untuk tinggal di rumah untuk meminimalkan arus lalu lintas di jalan-jalan ibu kota. Pada hari pelantikan itu, penerbangan reguler dari dan ke Bandara Kabul akan ditutup satu hari.
”Musuh sekarang berusaha masuk ke Kabul untuk mengganggu pelantikan,” kata Kolonel Sanam Gul, Komandan Batalyon Keempat Angkatan Darat Afganistan, yang merupakan salah satu unit tempur andalan Afganistan di Provinsi Logar, di selatan ibu kota Kabul.
Akan tetapi, menjelang pelantikan Karzai, the Washington Post melaporkan, Menteri Pertambangan Afganistan Mohammad Ibrahim Adel diduga kuat telah menerima uang suap sebesar 30 juta dollar AS atas keputusannya memberikan proyek pembangunan tambang terbesar di Afganistan kepada sebuah perusahaan pertambangan China.
Seorang diplomat Eropa mengungkapkan, sejumlah negara telah memberikan Karzai sebuah daftar tuntutan mengenai apa yang perlu dia lakukan, termasuk merangkul lawan-lawan politiknya dan memerangi korupsi. Mereka berharap Karzai akan mengacu pada poin-poin yang diminta tersebut dalam pidatonya nanti.
”Kami ingin melihat adanya sebuah peta jalan. Kami ingin diberikan sejumlah arah yang jelas,” kata diplomat Eropa itu.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Minggu (15/11), menegaskan, Afganistan hanya bisa mendapatkan bantuan sipil jika kementerian-kementeriannya ”dibersihkan” dan bertanggung jawab atas uang bantuan itu.
PM Inggris Gordon Brown menyebut lima area yang harus ditangani Karzai, yaitu pengalihan tanggung jawab keamanan kepada aparat Afganistan, pemerintahan yang baik dan memberantas korupsi, melakukan rekonsiliasi, pembangunan ekonomi, serta hubungan lebih baik dengan negara-negara tetangga.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ian Kelly, mengatakan, mereka gembira dengan langkah-langkah yang sudah diumumkan oleh Karzai sejauh ini, termasuk pembentukan sebuah gugus tugas kejahatan-kejahatan besar dan sebuah unit antikorupsi. ”Akan tetapi sangat banyak bergantung pada pelaksanaannya,” paparnya.
Pengamanan yang sangat ketat menjelang upacara pelantikan presiden juga dilakukan dengan menutup sejumlah jalan yang menuju ke kedutaan-kedutaan besar asing.
”Kami melakukan pengamanan sangat ketat di dalam kota Kabul, sekitarnya, dan di luar Kabul,” kata Menteri Pertahanan Afganistan Mohammad Azimi.
Sekitar 70 persen warga Afganistan yang disurvei antara Januari hingga April menyalahkan kemiskinan dan pengangguran sebagai penyebab pertempuran di negara itu. Sekitar 48 persen dari 700 warga Afganistan yang dilibatkan dalam survei juga menyebut korupsi dan ketidakefektifan pemerintahan sebagai penyebab utama kekerasan.
Terkait dengan pemberantasan korupsi itu, kasus dugaan suap yang diterima Menteri Pertambangan akan menjadi batu ujian pertama buat Karzai.
Pejabat AS yang tahu betul kasus terebut mengatakan, kasus penyuapan itu ”hampir pasti” bisa dibuktikan. Pembayaran uang suap dilakukan di Dubai, Uni Emirat Arab, Desember 2007.
Kasus tersebut terkait dengan pemberian kontrak senilai 2,9 miliar dollar AS kepada perusahaan China, Metallurgical Group Corp, untuk menambang tembaga dari deposit di Anyak, Provinsi Logar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar