Jumat, 20 November 2009 | 03:07 WIB
NEW DELHI, KAMIS - Ribuan petani tebu di India menggelar protes besar-besaran di New Delhi, Kamis (19/11). Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas lumpuh. Para petani itu meminta pemerintah menaikkan harga gula.
Aksi itu bertepatan dengan sesi persidangan pertama parlemen pada musim dingin. Para anggota parlemen dari kubu oposisi berteriak, ”Hentikan tindakan memeras petani.”
Para petani itu tidak hanya berasal dari seputar New Delhi, tetapi banyak yang datang dari Uttar Pradesh. Negara bagian itu merupakan penghasil tebu yang menjadi pemasok bahan baku gula terbesar di India. Aksi tersebut juga membuat penggilingan tebu berhenti.
Polisi antihuru-hara lengkap dengan helm mengawasi para demonstran dengan ketat. Demonstran tersebut jalan berarak-arakan sambil melambai-lambaikan batang tebu. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan antipemerintah.
Pemerintah pusat menetapkan harga dasar gula sebesar 129,84 rupee atau sekitar Rp 26.410 per kuintal atau 100 kilogram untuk musim panen saat ini. Para petani meminta pemerintah menetapkan setidaknya Rp 57.000 per kuintal.
Harga bensin naik
Para petani beralasan harga dasar gula harus dinaikkan karena biaya produksi, seperti upah buruh dan bensin, terus naik.
”Harga dasar yang ditetapkan pemerintah terlalu rendah. Kami tidak bisa menjual tebu dengan harga segitu,” ujar salah seorang petani tebu, Ishwar Singh, yang datang dari Bazipur, Uttar Pradesh.
Pemerintah menetapkan harga gula setelah para petani di Uttar Pradesh berjuang melawan musim kemarau yang paling kering dalam empat dekade terakhir. Isu ini telah ditangkap oleh partai oposisi nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party, pada persidangan di parlemen, Kamis. (AFP/joe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar