29 Desember 2010

Obama & Clinton Paling Dikagumi

Obama & Clinton Paling Dikagumi
Meski Popularitas Pemerintahannya Terus Melorot
 
Di tengah popularitas pemerintahan Barack Obama yang terus merosot, ternyata Presiden Amerika Serikat (AS) pertama keturunan Afrika itu masih menjadi sosok paling mengagumkan bagi penduduknya.

Obama dan Menteri Luar Ne­geri Hillary Rodham Clinton menduduki peringkat tertinggi se­bagai orang yang paling dika­gu­mi rakyat Negeri Paman Sam itu, berdasarkan hasil jajak pen­dapat tahunan Gallup-Today USA.

Prestasi Clinton kali ini me­masuki tahun kesembilan secara berturut-turut. Dia tetap meng­a­lahkan bekas Gubernur Alaska Sa­rah Palin, dan pembawa acara televisi Oprah Winfrey, seperti halnya tahun lalu.

Jajak pendapat Gallup yang dirilis Senin (27/12) waktu se­tempat itu, menanyakan kepada responden tentang: tokoh pria dan wanita di mana pun di dunia ini yang paling mereka kagumi. La­poran akhir survei ini memberi peringkat satu sampai 10 berda­sarkan jumlah pemilihnya.

Obama menjadi pria paling dikagumi sejak dia terpilih men­jadi presiden pada 2008. Dengan 22 persen jumlah yang memilih dia, Obama mengalahkan para pen­dahulunya, George W. Bush, yang meraih suara lima persen, dan Bill Clinton dengan per­olehan empat persen.

Namun, persentase perolehan suara Obama jauh berada di bawah jumlah pemilih tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2008, dia memimpin daftar tokoh paling dikagumi ini dengan 32 persen suara, dan pada tahun 2009 turun menjadi 30 persen.

Daftar tokoh selengkapnya dengan perolehan suara hanya sekitar dua persen, memuat na­ma-nama antara lain bekas Pre­siden Afrika Selatan Nelson Man­della, taipan Bill Gates, Paus Benediktus XVI, Pendeta Billy Gra­ham, bekas Presiden Jimmy Car­ter, pembawa acara bincang-bincang Glenn Beck, dan Dalai Lama.

Sementara nama Hillary Clin­ton menjadi tokoh perempuan yang dikagumi, dan namanya selalu masuk daftar hasil jajak pendapat sebanyak 15 kali sejak tahun 1992, ketika dia pertama kali muncul setelah suaminya terpilih sebagai presiden. Dia memimpin tahun ini dengan 17 persen, diikuti Palin dengan 12 persen, Winfrey dengan 11 per­sen, dan ibu negara Michelle Oba­ma dengan lima persen.

Sementara nama-nama lain de­ngan perolehan suara tak le­bih dari dua persen, terdapat na­ma bekas Menteri Luar Negeri Con­doleezza Rice, Ratu Eliza­beth, aktris Angelina Jolie, be­kas Per­dana Menteri (PM) Ing­gris Mar­garet Thatcher, dan tiga nama lainnya di tempat kesem­bilan, yak­ni tokoh demokrasi Burma Aung San Suu Kyi, bekas ibu negara Laura Bush dan Bar­bara Bush.

Survei The USA Today-Gal­lup diselenggarakan pada 10-12 De­sember, yang dilakukan me­lalui wawancara telepon yang di­ambil secara acak terhadap 1.019 orang dewasa, dan mar­gin error empat persen.

Pesona ketokohan Obama ru­panya masih bertahan di saat rakyat negara ini tidak lagi mem­percayai pemerintahan Oba­ma. Sebuah survei Gallup telah meng­ungkapkan, lebih dari sepa­ruh pe­milih AS tidak akan men­dukung pemilihan kembali Obama.

Dalam survei mereka yang paling terakhir, yang dilakukan antara tanggal 14-17 Oktober 2010, Gallup mengajukan perta­nyaan kepada sekitar 1.000 orang dewasa AS tentang apakah Oba­ma pantas untuk dipilih kem­bali. Hasil penelitian menunjukkan, 54 persen percaya Obama tidak pantas untuk menduduki masa jabatan kedua di pemerintahan, sementara hanya 39 persen men­dukung Obama dipilih kembali, CBS melaporkan.

Menurut Gallup, rating rata-rata persetujuan warga AS ter­hadap Obama telah menurun setiap kuartal sejak dia meng­ambil kantor kepresidenan dan menduduki posisi terendah baru pada kuartal terakhir. Selain itu, peringkat menguntungkan Oba­ma saat ini berada pada titik terendah, karena untuk pertama kalinya lebih banyak warga Amerika melihat presiden me­reka dalam posisi ‘negatif’ (50 persen) dibandingkan positif (47 persen). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar