Obama & Clinton Paling Dikagumi
Meski Popularitas Pemerintahannya Terus Melorot
Di tengah popularitas pemerintahan Barack Obama yang terus merosot, ternyata Presiden Amerika Serikat (AS) pertama keturunan Afrika itu masih menjadi sosok paling mengagumkan bagi penduduknya.
Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton menduduki peringkat tertinggi sebagai orang yang paling dikagumi rakyat Negeri Paman Sam itu, berdasarkan hasil jajak pendapat tahunan Gallup-Today USA.
Prestasi Clinton kali ini memasuki tahun kesembilan secara berturut-turut. Dia tetap mengalahkan bekas Gubernur Alaska Sarah Palin, dan pembawa acara televisi Oprah Winfrey, seperti halnya tahun lalu.
Jajak pendapat Gallup yang dirilis Senin (27/12) waktu setempat itu, menanyakan kepada responden tentang: tokoh pria dan wanita di mana pun di dunia ini yang paling mereka kagumi. Laporan akhir survei ini memberi peringkat satu sampai 10 berdasarkan jumlah pemilihnya.
Obama menjadi pria paling dikagumi sejak dia terpilih menjadi presiden pada 2008. Dengan 22 persen jumlah yang memilih dia, Obama mengalahkan para pendahulunya, George W. Bush, yang meraih suara lima persen, dan Bill Clinton dengan perolehan empat persen.
Namun, persentase perolehan suara Obama jauh berada di bawah jumlah pemilih tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2008, dia memimpin daftar tokoh paling dikagumi ini dengan 32 persen suara, dan pada tahun 2009 turun menjadi 30 persen.
Daftar tokoh selengkapnya dengan perolehan suara hanya sekitar dua persen, memuat nama-nama antara lain bekas Presiden Afrika Selatan Nelson Mandella, taipan Bill Gates, Paus Benediktus XVI, Pendeta Billy Graham, bekas Presiden Jimmy Carter, pembawa acara bincang-bincang Glenn Beck, dan Dalai Lama.
Sementara nama Hillary Clinton menjadi tokoh perempuan yang dikagumi, dan namanya selalu masuk daftar hasil jajak pendapat sebanyak 15 kali sejak tahun 1992, ketika dia pertama kali muncul setelah suaminya terpilih sebagai presiden. Dia memimpin tahun ini dengan 17 persen, diikuti Palin dengan 12 persen, Winfrey dengan 11 persen, dan ibu negara Michelle Obama dengan lima persen.
Sementara nama-nama lain dengan perolehan suara tak lebih dari dua persen, terdapat nama bekas Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice, Ratu Elizabeth, aktris Angelina Jolie, bekas Perdana Menteri (PM) Inggris Margaret Thatcher, dan tiga nama lainnya di tempat kesembilan, yakni tokoh demokrasi Burma Aung San Suu Kyi, bekas ibu negara Laura Bush dan Barbara Bush.
Survei The USA Today-Gallup diselenggarakan pada 10-12 Desember, yang dilakukan melalui wawancara telepon yang diambil secara acak terhadap 1.019 orang dewasa, dan margin error empat persen.
Pesona ketokohan Obama rupanya masih bertahan di saat rakyat negara ini tidak lagi mempercayai pemerintahan Obama. Sebuah survei Gallup telah mengungkapkan, lebih dari separuh pemilih AS tidak akan mendukung pemilihan kembali Obama.
Dalam survei mereka yang paling terakhir, yang dilakukan antara tanggal 14-17 Oktober 2010, Gallup mengajukan pertanyaan kepada sekitar 1.000 orang dewasa AS tentang apakah Obama pantas untuk dipilih kembali. Hasil penelitian menunjukkan, 54 persen percaya Obama tidak pantas untuk menduduki masa jabatan kedua di pemerintahan, sementara hanya 39 persen mendukung Obama dipilih kembali, CBS melaporkan.
Menurut Gallup, rating rata-rata persetujuan warga AS terhadap Obama telah menurun setiap kuartal sejak dia mengambil kantor kepresidenan dan menduduki posisi terendah baru pada kuartal terakhir. Selain itu, peringkat menguntungkan Obama saat ini berada pada titik terendah, karena untuk pertama kalinya lebih banyak warga Amerika melihat presiden mereka dalam posisi ‘negatif’ (50 persen) dibandingkan positif (47 persen).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar