Tampilkan postingan dengan label kursi DPR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kursi DPR. Tampilkan semua postingan

20 November 2009

Besar, Risiko Kekacauan Kurs


Kedatangan Presiden AS Barack Obama tidak hanya disambut sanjungan, tetapi juga aksi protes, seperti yang terjadi di pusat kota Seoul, Korea Selatan, Rabu (18/11) malam, saat Obama baru tiba dari China.

Presiden AS Sibuk Mengatasi Defisit Termasuk dengan Korea Selatan
 
Jumat, 20 November 2009 | 03:07 WIB

Paris, Kamis - Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan menyatakan, dunia pulih lebih cepat dari resesi. Namun, OECD tidak menepis risiko akan terjadinya kekacauan kurs akibat timpangnya fondasi ekonomi dunia.

Demikian dikatakan ekonom senior Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Jorgen Elmeskov, di Paris, Kamis (19/11). Hal serupa juga diutarakan Sekjen OECD Angel Gurria, yang memberi keterangan pers di Tokyo pada hari yang sama.

Keduanya mengatakan, pemulihan ekonomi terjadi di Barat karena guyuran dana pemerintah ke pasar dan ke perusahaan yang bertumbangan. Hal itu juga didorong pengenaan suku bunga rendah, mendekati nol persen.
Elmeskov juga menambahkan, pemulihan ekonomi global juga terbantu dengan makin stabilnya sektor keuangan. Dia juga mengatakan banyak bank yang sudah meraih untung, termasuk dengan ”berspekulasi” di bursa saham, komoditas, dan uang.

Namun, Elmeskov mengingatkan agar bank tidak mengucurkan bonus besar-besaran kepada karyawan karena bank-bank tersebut masih berutang ke pemerintah, yang memberi dana talangan selama krisis.

Utang menumpuk

Namun, berita baik tersebut tidak memberi kelegaan. Gurria dan Elmeskov mengatakan, pemulihan tidak bisa dilanjutkan jika hanya mengharapkan kucuran dana dari pemerintah.

Di sinilah dilema terjadi, yakni kebutuhan untuk pengucuran dana ke pasar untuk menggerakkan perekonomian, tetapi di sisi lain utang pemerintah akan terus meningkat.

Gurria mengharapkan pertumbuhan ekonomi sebaiknya didasarkan pada kekuatan alamiah. Namun, hal ini masih sulit terjadi karena sektor manufaktur Barat sudah kalah bersaing, termasuk dengan China.

Gurria mengatakan, China mengalami surplus perdagangan, surplus keuangan negara, dan pertumbuhan ekonomi yang melejit. Hal itu di sisi lain dihadapkan pada menggunungnya utang di AS dan Inggris.

”Risiko kekacauan kurs tidak bisa diabaikan,” demikian pernyataan OECD. Kekuatan sebuah kurs mata uang berkorelasi positif dengan kekuatan perekonomian.

AS, misalnya, sadar akan utang pemerintah yang menumpuk dan juga produk-produknya yang tidak terlalu laku lagi di dunia, kecuali untuk produk yang lebih canggih.

Karena itu, Presiden AS Barack Obama sibuk mengupayakan peredaman impor dari China, Uni Eropa, dan dari beberapa negara lain.

Pada kunjungannya ke Seoul, Korea Selatan, Kamis, Presiden Obama juga mencoba meredam ekspor mobil Korsel. Hal tersebut membuat Korsel tidak berkenan. (AP/AFP/joe)

26 Oktober 2009

KURSI DPR; Jero Wacik Mundur, Suswono Belum

Senin, 26 Oktober 2009 | 03:31 WIB

Hua Hin, Kompas - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Minggu (25/10), mengaku telah mengundurkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Partai Demokrat.

”Sudah (mundur), melalui staf. Suratnya sudah saya kirimkan Rabu pagi lalu ke Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, ke Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, dan kepada Ketua DPR,” ujarnya saat ditemui di sela-sela mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Hua Hin, Thailand.

Menurut Jero, surat pengunduran dirinya sebagai anggota DPR sudah ia tulis saat pengumuman namanya sebagai menteri pada Selasa malam lalu.

”Jadi, setelah diumumkan, Rabu paginya, sebelum saya dilantik, surat itu sudah saya kirimkan. Saya tidak mau jadi menteri, akan tetapi masih diembel-embeli sebagai anggota DPR sehingga saya langsung mengajukan pengunduran diri,” ungkapnya.

Adapun Menteri Pertanian Suswono, yang juga menyertai kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, mengaku belum mundur sebagai anggota DPR karena belum sempat mengurus.

Namun, ia merencanakan Senin siang ini, sesampainya di Jakarta. ”Jadi, saya bukan ingin menunda-nunda pengunduran diri saya dari DPR. Akan tetapi, karena memang belum sempat dan secara teknis waktu sulit,” katanya.

Suswono mengatakan, sejak namanya diumumkan sebagai Menteri Pertanian, Selasa malam, esoknya ia harus mengikuti pelantikan.

”Lusanya, saya harus menghadiri sidang kabinet dan kemudian esoknya lagi saya langsung ikut ke sini (Thailand). Jadi, Senin saya baru bisa mengurus,” kata Suswono.