Jakarta, Kompas - Berdasarkan World Rank Research Center, yang mengeluarkan daftar 2.000 lembaga riset terbaik dunia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menduduki peringkat ke-201. Dalam daftar tersebut, LIPI merupakan yang terbaik di negeri ini, bahkan di Asia Tenggara.
Dalam daftar 2.000 lembaga riset dunia terbaik yang tercantum pada Top 2.000 Webometrics itu juga terdapat dua lembaga Indonesia lain, yaitu Center for International Forest Research (Cifor) pada peringkat ke-425, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian (771).
Hal ini disampaikan Prof Dr Indroyono Soesilo seusai menerima Penghargaan Sarwono Prawirohardjo VIII dari LIPI. Penjelasan itu mengacu pada daftar peringkat WRRC.
Selain kepada Indroyono, penghargaan serupa diberikan kepada Prof Didin S Sastrapradja. Penghargaan diserahkan Kepala LIPI Prof Umar A Jenie, PhD, di Jakarta, Jumat (21/8). Pemberian anugerah terkait peringatan HUT Ke-42 LIPI pada Minggu, 23 Agustus 2009.
Indroyono Soesilo, kini Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, adalah pakar kelautan dan penginderaan jauh. Adapun Didin— mantan Wakil Kepala LIPI—adalah pakar keanekaragaman hayati dan kebun raya.
Menanggapi peringkat tersebut, Umar menyatakan, ”LIPI selalu bercita-cita menjadi lembaga seperti Max Planck di Jerman dan CNRS (Lembaga Riset Nasional) Perancis.”
Dalam lima tahun mendatang, LIPI ditargetkan masuk 100 besar dunia dengan melibatkan lebih banyak pakar LIPI dalam forum internasional, di antaranya pada Academic of Science for Development Countries. Selama ini hanya ada satu wakil.
Umar mengakui, LIPI kurang memublikasikan kegiatan riset dan karya inovasi atau paten dalam versi bahasa Inggris. Ini merupakan salah satu pertimbangan penetapan peringkat di Webometrics. Untuk meningkatkan informasi internasional, LIPI akan merekrut konsultan asing.
LIPI juga akan mengembangkan kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di negara lain untuk mendirikan International Center on Interdiscipline of Advanced Research (ICIAR). Saat ini telah dijalin kerja sama dengan Monash University (Australia) dan United Nation University (Jerman) serta universitas negeri, yaitu UI dan ITB. Rencananya, ICIAR diluncurkan November 2009. (YUN)
Senin, 24 Agustus 2009 | 04:39 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar