
Aktivis Palestina berkumpul di dekat pagar pembatas yang dipasang Israel, Jumat (21/8), di desa Bilin, Tepi Barat, Palestina. Kota Bilin berada di dekat Ramallah, markas pemerintahan Fatah.
Senin, 24 Agustus 2009 | 04:06 WIB
Jerusalem, Minggu - Tidak ada tanda-tanda pembangunan permukiman Yahudi di tanah Tepi Barat mulai dikurangi, meski Israel mengumumkan telah menghentikan pemberian izin pembangunan baru di kawasan itu.
Hal itu disampaikan langsung oleh organisasi yang mengawasi pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, Peace Now, dalam laporannya yang dipublikasikan hari Minggu (23/8).
Di bawah tekanan AS agar Israel membekukan permukiman, Israel pekan lalu mengindikasikan telah menghentikan pemberian izin untuk proyek-proyek konstruksi baru. Ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya menjembatani kesenjangan antara Israel dan sekutunya, AS.
Upaya-upaya untuk mencapai kesepakatan, yang selama ini sulit diwujudkan, akan terus dilakukan pada pertemuan di London, antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah George Mitchell, Rabu (26/8).
Peace Now membenarkan dibekukannya pemberian izin baru, tetapi juga melaporkan pembangunan permukiman terus berlanjut dan para pemukim bisa dengan mudah membangun ribuan unit rumah. Ini dilakukan berdasarkan sebuah perencanaan lama, yang telah lebih dulu disetujui.
Naik dua kali lipat
Peace Now menyebutkan, selama ini memang telah ada izin untuk membangun hingga 40.000 rumah. Konstruksi telah dimulai untuk sekitar 600 rumah baru pada tahun 2009. ”Tidak ada pembekuan permukiman,” kata pemimpin Peace Now, Yariv Oppenheimer.
Jumlah pemukim Yahudi di Tepi Barat, yang merupakan tempat tinggal sekitar 2,5 juta warga Palestina, telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak pertengahan 1990-an, dan sekarang mencapai sekitar 300.000 jiwa.
Presiden AS Barack Obama telah mencoba sebuah upaya baru untuk membuat Israel menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat. Israel telah menolak seruan untuk penghentian total, dengan mengatakan sejumlah konstruksi perlu diteruskan untuk memungkinkan pertumbuhan jumlah pemukim Yahudi.
Isu permukiman ini akan diangkat pekan ini dalam perjalanan Netanyahu ke Eropa. Sebagai tambahan dari pertemuan Netanyahu dengan Mitchell, pemimpin Israel itu juga dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Media Israel, Haaretz, Minggu, melaporkan pejabat senior Israel, Yitzhak Molko, dan Brigadir Jenderal Mike Herzog mengatakan ada kemungkinan pembekuan sementara proyek konstruksi. Hal itu bermakna semakin berkurangnya perbedaan antara posisi AS dan Israel yang sebelumnya sangat berbeda soal permukiman di Palestina.
Seorang sumber pejabat Israel optimistis pertemuan Netanyahu dengan Mitchell. Keduanya akan bisa mempersempit kesenjangan antara AS dan Israel. Hal ini dilakukan untuk mempermulus pencapaian kesepakatan penuh pada pertemuan Netanyahu-Obama, September mendatang. (AP/Reuters/OKI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar