20 November 2009

Isu Permukiman Picu Konflik Baru

Israel Bangun 900 Rumah di Gilo
Jumat, 20 November 2009 | 03:10 WIB

Kairo, Kompas - Keputusan Pemerintah Israel membangun 900 rumah di permukiman Yahudi, Gilo, kembali memicu ketegangan hubungan Israel dengan Palestina di satu pihak, dan Israel dengan dunia Arab, AS, dan masyarakat internasional.

Gilo merupakan salah satu permukiman besar Yahudi yang dibangun pada tahun 1971 dan kini berpenduduk sekitar 40.000 jiwa. Gilo terentang mulai dari selatan Jerusalem Timur hingga mendekati kota Bethlehem.
Harian Israel Haaretz mengungkapkan, pembangunan 900 rumah di Gilo merupakan bagian dari rencana pembangunan 4.000 rumah di Gilo.

Perluasan pembangunan permukiman Gilo itu dibocorkan Israel ke Washington pekan lalu. Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, segera meminta Israel mengurungkan pembangunan itu.
Namun, Menteri Dalam Negeri Israel Eli Yishai, dari partai ortodoks Shas, malah mengesahkan rencana itu. Shas menganut keyakinan bahwa Jerusalem harus bersatu serta menjadi ibu kota Israel, yang tidak bisa dirundingkan dengan Palestina.

Pemerintah Israel bahkan mengatakan kritik AS atas pembangunan 900 rumah itu hanya sandiwara. Seorang pejabat tinggi Israel, yang dikutip harian Mesir Asharq al Awsat, mengungkapkan, AS selalu menunjukkan sikap yang berbeda, antara kata yang terucapkan dan kenyataan di lapangan.

Ketua Bagian Geografi Lembaga Kajian Arab di Jerusalem Khalil al-Tufakji, seperti dikutip situs Aljazeera, mengungkapkan, ”Keputusan Israel membangun 900 rumah adalah sebuah pesan kepada AS dan masyarakat internasional serta Palestina, bahwa Jerusalem Timur merupakan bagian Israel dan tidak akan dirundingkan”.

Ditambahkan, Israel juga ingin menunjukkan tekad untuk terus menambah jumlah warga Yahudi di Jerusalem Timur.

Menurut Al-Tufakji, Pemerintah Israel punya program hingga tahun 2020 untuk menambah jumlah warga Yahudi di kota Jerusalem dengan komposisi 88 persen Yahudi dan 12 persen Arab. Komposisi penduduk Jerusalem saat ini adalah 32 persen Arab dan 65 persen Yahudi.

Gusur hunian Arab

Untuk mewujudkan program tersebut, ungkap Al-Tufakji, Israel terus melakukan penggusuran hunian Arab di Jerusalem Timur seperti di Distrik Sheikh Jarakh, Ras Amud, dan sekitar kompleks Masjid Al Aqsa.

Israel juga terus menambah pembangunan rumah di sekitar Jerusalem Timur, seperti permukiman Maale Adumim, Jabal Abu Ghanem (Har Homa), dan Gilo.

Para pejabat Palestina mengungkapkan, kini sedang mencari perundingan alternatif untuk melindungi kota Jerusalem Timur dan wilayah lainnya dari proyek yahudinisasi.

Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad, seperti dikutip harian berbahas Arab Al Hayat, Kamis (19/11), menegaskan, otoritas Palestina bertekad melanjutkan proyek pembentukan negara Palestina dalam kurun waktu dua tahun, meskipun mendapat ancaman dari Israel.

”Akan terus dilanjutkan pembangunan infrastruktur negara Palestina di atas tanah tahun 1967, meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur, sesuai dengan substansi proses perdamaian. Tanpa itu tidak ada perdamaian,” ungkap Fayyad.

Fayyad menyatakan lagi, perluasan permukiman Yahudi di Gilo juga menunjukkan kebenaran sikap otoritas Palestina yang menyerukan kepada PBB mengeluarkan resolusi yang mengakui negara Palestina di atas tanah tahun 1967 dengan ibu kota Jerusalem Timur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Hossam Zaki, seperti dikutip harian Mesir Al Ahram, menyebut aksi Israel membangun 900 rumah di permukiman Gilo dekat Jerusalem Timur layak dikutuk.

Sekjen Liga Arab Amr Mousa juga menyatakan, keputusan Israel memperluas permukiman Gilo merupakan langkah eskalasi yang berbahaya dan menggambarkan kebijakan Israel yang menolak perdamaian.

Menurut Mousa, kebijakan Pemerintah Israel itu menunjukkan kebenaran sikap Arab dan Palestina yang menolak berunding di tengah berlanjutnya pembangunan permukiman Yahudi.

Seperti diketahui, AS selama sembilan bulan terakhir ini berusaha menekan Israel agar membekukan pembangunan permukiman Yahudi. Namun, upaya AS itu mengalami kegagalan. (mth)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar