20 November 2009

Karzai Sumpah Perangi Korupsi


Presiden Afganistan Hamid Karzai (kedua dari kiri) melewati pasukan kehormatan, saat ia tiba untuk diambil sumpahnya sebagai presiden di Istana Kepresidenan di Kabul, Kamis (19/11). Ini adalah masa jabatan kedua Karzai.

Legitimasi dan Otoritas Karzai Dinilai Lemah

Jumat, 20 November 2009 | 03:08 WIB

Kabul, Kamis - Presiden Hamid Karzai bersumpah akan memerangi korupsi yang parah membelit Afganistan serta mengundang pesaing utamanya untuk bergabung dengan pemerintah, setelah dia disumpah untuk masa jabatan keduanya, di Kabul, Kamis (19/11).

”Mereka yang menyebarluaskan korupsi harus diadili dan dihukum. Korupsi adalah musuh negara yang sangat berbahaya. Kami akan segera mengorganisasi sebuah konferensi di Kabul untuk mengorganisasi cara-cara baru dan efektif untuk memerangi masalah ini. Para menteri harus kompeten, profesional, dan siap bekerja untuk bangsa,” ungkap Karzai dalam pidato seusai pelantikannya.

Karzai juga mengundang pesaing utamanya di Pemilu, Abdullah Abdullah, bergabung dalam pemerintahan nasional bersatu dan juga bertekad akan bertindak memerangi obat-obat bius dan menciptakan pekerjaan.

”Saya ingin mengundang Abdullah Abdullah dan Ashraf Ghani, yang juga hadir di sini, untuk bersatu dan bekerja bagi kemakmuran Afganistan bersama-sama,” kata Karzai.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, yang pertama kalinya berada di Kabul sebagai menlu, mengatakan, bangsa Afganistan menghadapi sebuah ”momen sangat kritis”.

”Sekarang ada peluang yang jelas bagi Presiden Karzai dan pemerintahannya untuk menyatu dengan rakyat Afganistan,” ungkapnya.

Amnesty International dan Human Right Watch menyerukan agar Karzai mulai sekarang memutus hubungannya dengan para panglima perang dan para pelanggar hak asasi manusia.

”Karzai harus memprioritaskan hak-hak asasi manusia dan supremasi hukum untuk memperkuat keamanan dan stabilitas negaranya,” kata Amnesty.

Penjagaan yang sangat ketat di dalam kota, di sekitar, dan di pinggiran kota Karzai membuahkan hasil baik. Tidak ada gangguan serangan di sekitar Kabul saat pelantikan Karzai kemarin.

Pasukan asing

Dalam pidatonya, Karzai juga mengharapkan negara- negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melakukan langkah-langkah efektif untuk mempercepat kesiapan tentara dan polisi nasional Afganistan.

”Ini satu-satunya cara, Afganistan menginginkan tentara-tentara kawan kami kembali ke negara mereka secepatnya dan agar rakyat Afganistan bertanggung jawab penuh atas keamanan mereka,” ungkapnya.

Karzai menambahkan, pasukan Afganistan bisa memimpin tugas keamanan dan stabilitas di seluruh negeri dalam lima tahun mendatang.

Pidato Karzai itu mendapat tepukan hangat dari Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dan Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband serta wakil negara Barat lainnya yang mengirim pasukan ke Afganistan.

”Dia menyentuh semua isu yang kami harapkan, khususnya terkait masalah keamanan dan korupsi. Ujiannya sekarang adalah kemampuan dia mewujudkan apa-apa yang dia janjikan,” ungkap seorang diplomat Barat.

Bagi banyak warga Afganistan, kepresidenan Karzai memiliki legitimasi yang lemah, kurang memiliki otoritas, dan cara Karzai memerintah juga kurang kredibel. ”Karzai mendapat modal politik karena tidak ada yang lainnya,” ungkap seorang diplomat yang minta dirahasiakan identitasnya.

Pada pemilihan umum presiden 20 Agustus lalu, berbagai informasi mengenai kecurangan dalam pemilu itu mengemuka dan semua kecurangan itu dilakukan untuk memenangkan Karzai. Setelah melakukan verifikasi ulang kertas suara, Komisi Pemilihan Umum Afganistan akhirnya menyatakan bahwa perolehan suara Karzai masih di bawah 50 persen, sehingga harus dilakukan pemilu putaran kedua.

Akan tetapi, pemilu putaran kedua itu tidak dilaksanakan karena pesaing Karzai, Abdullah Abdullah, mundur setelah beberapa permintaannya ditolak pemerintah, antara lain penggantian personel Komisi Pemilihan Umum yang dianggap pro-Karzai.

Dari Washington, Presiden Barack Obama mengatakan, keputusannya mengenai strategi AS di Afganistan akan disampaikan pada beberapa pekan mendatang.

Keputusan itu, disampaikan Obama, akan membawa AS dan sekutu-sekutunya di NATO berada di jalan memenangi perang. Oleh karena itulah, semua hal harus diperhitungkan secara mendalam, termasuk apa taruhannya dan berapa lama bisa dilakukan. (AP/AFP/Reuters/OKI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar