Jumat, 20 November 2009 | 03:08 WIB
PAKISTAN, Peshawar, Kamis - Seorang pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di luar sebuah gedung pengadilan di Peshawar, Kamis (19/11), menewaskan sedikitnya 19 orang. Serangan-serangan yang semakin meningkat di kota itu membuat warga dicekam ketakutan, terlebih lagi para pemberontak juga mengancam para petugas medis di sejumlah rumah sakit.
Kota yang berada di perbatasan dengan Afganistan itu berulang kali menjadi target serangan, sejak Angkatan Darat Pakistan mulai melaksanakan ofensif terhadap Taliban Pakistan di Waziristan Selatan, bulan lalu.
”Si penyerang berjalan kaki dan meledakkan dirinya ketika penjaga berusaha memeriksa dia di pintu masuk pengadilan,” jelas pejabat pemerintah kota Peshawar, Sahibzada Anis. Sebelumnya, si penyerang datang ke gedung pengadilan dengan menggunakan taksi, tetapi kemudian turun dan berjalan kaki ketika taksi diberhentikan petugas keamanan di pengadilan itu.
Sedikitnya 19 mayat dibawa ke rumah sakit utama Peshawar bersama sekitar 20 orang yang menderita luka-luka dalam serangan tersebut. Anis menyebutkan, tiga polisi termasuk dalam daftar korban tewas.
Pengadilan itu berada di seberang Khyber Road, berdekatan dengan Hotel Pearl Continental yang juga diserang bom mobil bunuh diri pada bulan Juni lalu. Selain itu, sebuah gedung badan keamanan di jalan yang sama juga menjadi target serangan Taliban pekan lalu.
Klaim Taliban
The New York Times melaporkan, pengeboman bunuh diri itu merupakan yang ketujuh yang terjadi di Peshawar dalam dua pekan terakhir. Lebih dari 300 orang tewas dalam sejumlah serangan terhadap target-target pemerintah dan warga sipil dalam enam bulan terakhir. Sebagian besar dari penyerang datang dari wilayah barat laut Pakistan yang terpecah-belah.
Pada serangan-serangan sebelumnya, kelompok Taliban sering mengklaim bertanggung jawab. Akan tetapi terkait serangan kemarin, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Sementara itu, dokter dan perawat di sejumlah rumah sakit di Peshawar mengungkapkan, mereka kini juga harus berjuang mempertahankan hidup mereka sendiri karena ada ancaman dari kelompok Taliban.
Serangan di Peshawar itu dilakukan hanya beberapa jam setelah sebuah pesawat tanpa awak AS menewaskan empat gerilyawan garis keras di perbatasan Pakistan-Afganistan. Pejabat Pakistan menyebutkan, dua peluru kendali yang ditembakkan pesawat tanpa awak itu menghantam sebuah rumah yang dimiliki warga lokal di Desa Shana Khuwara, di Waziristan Utara.
AS telah melakukan sedikitnya 32 serangan serupa sepanjang tahun lalu. Serangan-serangan yang menewaskan sejumlah tokoh Taliban dan puluhan warga sipil itu dibalas gerilyawan Taliban dengan meningkatkan serangan ke sejumlah kota, khususnya Peshawar.
(AP/AFP/Reuters/OKI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar